Bapak tua dan busway

Udah lama nggak nulis di blog. Dah gatel juga neh …. 🙂

Alesan nulis ini sebenarnya simpel. Terinspirasi dari seorang bapak tua yang bareng2 ngantri di halte busway Jatipadang, salah satu tempat ngetemku pas ke kantor magang. Ini bukan peristiwa pertama kali. Udah lebih dari tiga kali deh kayaknya. Makanya tertarik buat nulis ini di blog.

Kayak biasanya, tiap pagi di halte busway, hanya ada dua kata untuk menggambarkannya, padet banget! Salah satu penyebab kepadetan itu adalah interval busway yang nggak teratur sama sekali. Jadi, suatu ketika sangat lama, tapi di lain waktu bisa kayak gerbong kereta, persis di belakangnya. Dan implikasi dari situasi kayak gitu udah jelas. Emosi yang nggak terkendali. Penumpang dah nggak sabar masuk ke bus, tapi kondekturnya nggak ngebolehin. Jelas sih alesannya! Lha wong dah nggak muat lagi ditambah penumpang. Emang mau ditaruh di mana lageee!!! Nah, orang-orang yang udah emosi ini, terang aja nggak terima nggak dibolehin masuk ama tuh petugas (ngrasa dah mbayar tiket mahal kali ya?). Maka dengan entengnya kata-kata “kebun binatang” dan segala jenis saudaranya keluar. Ditambah lagi ama sumpah serapah yang nggak jelas!!

Tapi, bapak tua itu, keren abizz. Ketika yang lainnya nyumpah-nyumpahin pas nggak boleh masuk bis, maka dia cuma senyum-senyum sambil ngomong, “lanjut…..!!”. Ato ketika giliran dia yang harusnya masuk, trus ada orang yang nyrobot, dia gak marah sama sekali. Malah kelihatannya tetep asik nungguin datengnya bus berikutnya.

Dari bapak itu, aku belajar tentang kesabaran dan menikmati hidup. Betapa di tengah situasi yang menuntut dirinya datang cepat di kantor, dia masih bisa tersenyum kepada orang lain yang menyerobot gilirannya. Sudahkah kita seperti itu?

Advertisements

2 thoughts on “Bapak tua dan busway

  1. menarik2… 🙂 jd inget mbah Rasumi,salah satu warga belajar program pemberantasan buta aksara pas kmren KKN. Walau dah nenek2,tp beliau pualing rajin berangkat belajar! Padahal pagi ampe abis isya beliau jadi buruh tani,tapi klo malem selalu on time datengna,SALUT!!!! (aku langsung minder!! maklum miss easy going:-p)
    Dari nenek itu aku belajar ttg kegigihan, semangat, dan disiplin (jd kangen mbah Rasumi T-T)

  2. Betapa hidup akan terasa indah dan nikmat ketika kita telah memberikan yang kita punya untuk orang lain, walau hanya sekadar “giliran” (bukan kesempatan, red).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s