Artikel Januari 2008

Hakikat Syukur dan Sabar

a

Rasulullah SAW kagum kepada orang mu’min. Golongan ini, kata Rasul, memiliki dua keistimewaan. Ketika karunia datang kepadanya, mereka tidak lantas pongah dan membusungkan dada. Yang dilakukannya adalah mensyukurinya. Ungkapan syukur yang tidak terbatas lisan, tetapi juga melibatkan rasa dan raganya. Maka, Allah pun menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Keistimewaan kedua dari orang-orang beriman adalah respon sabar jika musibah, ujian, atau cobaan menerpanya. Mereka yakin sebenar-benarnya bahwa sesungguhnya segala sesuatu milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Bagi mereka, dunia dan segala isinya cukup diletakkan di tangan sehingga itu tidak mengganggu hatinya.

Memaknai kesyukuran dan kesabaran memang harus dilihat dalam perspektif yang sangat luas. Pemaknaan kita terhadap makna mensyukuri umumnya terbatas dalam tataran segala sesuatu yang membuat kita merasa gembira, senang, ataupun nyaman. Adapun hal-hal yang membuat kita menjadi sedih, kehilangan, atau kecewa kita persepsikan sebagai sesuatu yang harus direspon dengan kesabaran.

Continue reading