Cukup Sentilan Kecil

Huff,,, lama nggak nulis lagi di blog. Nah, kali ini coret-coretan yang akan menghiasi blog saya adalah tulisan dari adek saya. Jadi, ceritanya gini. Beberapa waktu lalu, saya mengikuti Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Fasilkom UI 2008. Ini merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi bagi kamu-kamu yang ngaku mahasiswa dengan prestasi bejibun, jago nulis, dan mantep cas cis cus bahasa inggrisnya. Tahun lalu saya juga ikut. Hasilnya ya, sebatas finalis. Makanya tahun ini bertekad habis-habisan. Revenge dari tahun lalu sekaligus untuk menunjukkan kontribusi terakhir kepada kampus sebelum wisuda Agustus ini (insya Allah…)

Target tinggi dipasang sebelum lomba ini. Apa itu?? Jadi Mahasiswa Berprestasi Utama tingkat Fakultas!! Namun, setelah perjuangan yang sangat-sangat maksimal, ternyata Allah memberikan hadiah lain untuk saya, yaitu menjadi juara III di kompetisi ini. Kecewa?? Iya. Tapi, setelah menelepon adek untuk memberitahukan hasil ini dan memohon maaf karena tidak bisa memenuhi untuk menjadi juara 1, tiba-tiba dia mengirimkan SMS supaya saya membuka blognya. Dan, saya pun menemukan tulisan di bawah ini, di postingan paling awal di blognya. Sekali lagi, tulisannya memang sangat menginspirasi!! Setelah puisi senandung hujannya, kini coretannya kembali menyemangatkanku tentang arti kontribusi dan berprestasi.

Continue reading