Akhirnya, Amanah Itu Kelar Juga…

Alhamdulillah wa syukurillah. Kayaknya nggak ada kata yang lebih tepat yang terucap dari lidah ini selain kedua kata tersebut. Allah telah mengangkat salah satu amanah yang membebani pundak saya selama kurang lebih 10 bulan. Dimulai dari bulan Juni 2007 lalu, amanah ini mulai membebani ketika saya diangkat menjadi seorang ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fasilkom UI. DPM ini adalah lembaga legislatif dan yudikatif seminar di fakultas saya.

Tugasnya luar biasa berat. Apalagi setelah pada periode sebelumnya lembaga ini sudah kehilangan integritasnya di mata mahasiswa fasilkom. Ya! Benar-benar kehilangan integritasnya! Apalagi, sempat ada wacana untuk membubarkan DPM karena lembaga tersebut hanya menambah runyam koordinasi di Fasilkom. Nggak perlu berbicara tentang berkontribusi karena memang tidak ada sesuatu yang dikerjakan oleh DPM tersebut.

Dengan beban yang sedemikian beratnya, ditambah dengan hutangnya untuk segera melaksanakan hasil musyawarah mahasiswa (musma) pada tahun 2006 lalu, maka saya memutuskan untuk segera bertindak taktis, bukan teoritis. Cukup pragmatis sih pada awalnya. Tapi, itu yang menurut saya lebih realistis. Daripada kita sok idealis, ujung-ujungnya hasilnya juga gak efektif. Nah lo!!!

Hanya ada dua orang di DPM Fasilkom ini, termasuk saya. Tapi, rekan saya yang satu ini, Arudea namanya, bener-bener mantep. Kita saling melengkapi, mendukung, memotivasi, dan mengkritisi satu sama lain. Kami menyadari bahwa secara kuantitas kami sangat kesulitan melaksanakan semua tugas dan beban untuk mengembalikan citra DPM Fasilkom itu sendiri. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, tindakan kami lebih bersifat pragmatis. Intinya, gimana lembaga ini supaya bisa jalan. Minimalis banget lah. Pokoknya biar orang-orang fasilkom pada tahu ternyata DPM masih ada. Just simple…

Maka, berjuanglah kami berdua. Tidak hanya 100%, tetapi 200% kami berikan tenaga dan pikiran untuk lembaga ini. Inilah kontribusi! Ketika kita bisa memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki untuk semaksimal mungkin kebermanfaatan orang lain. Prinsip inilah yang kami pegang. Sangat erat. Dan hasilnya, sungguh luar biasa. Pencitraan DPM mulai tumbuh, meski masih sangat sedikit. Tapi, bagi kami minimal ada lah! Kami juga berhasil membuat berbagai terobosan seperti pembuatan ketetapan baru untuk mengesahkan anggota aktif IKM Fasilkom dan mekanisme rekomendasi anggota aktif IKM Fasilkom. Kami juga berhasil menjadi perintis dan pelopor Majelis Mahasiswa (MaMa). MaMa ini berisikan seluruh anggota DPM ditambah dengan seluruh ketua lembaga formal mahasiswa di lingkungan Fasilkom UI. Tidak cukup sampai di situ, kami juga berhasil memelopori adanya LPJ publik bagi seluruh lembaga mahasiswa di Fasilkom. Ini merupakan momen pertama di lingkungan Fasilkom di mana seluruh lembaga melaporkan LPJ-nya dalam satu forum, dan dalam satu waktu bersamaan.

Tapi kami menyadari, masih banyak celah-celah ketidakmaksimalan kontribusi kami. Khususnya pada pengambilan dan penjaringan aspirasi mahasiswa Fasilkom UI. Bukannya kami mau berapologi, tetapi kondisi lembaga yang hanya ada dua orang menyebabkan kami harus “memprioritaskan” hal-hal yang kami anggap lebih urgen. Oleh karena itu, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan mahasiswa fasilkom selaku konstituen kami. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa ketidakmampuan dan ketidakberdayaan kami.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen mahasiswa Fasilkom, seluruh lembaga formal kemahasiswaan, pihak dekanat Fasilkom, serta pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan sat persatu di sini. Sungguh, amal ini menjadi lebih ringan dengan adanya bantuan itu, kerja ini menjadi lebih baik ketika ada rekan-rekan yang mengingatkan, dan pengabdian ini menjadi lebih bermakna dengan dukungan dan motivasi dari semuanya. Terima kasih banyak. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik (khoirul jaza).

–selesainya amanah ini tidak lantas membuat kami tidak lagi berkontribusi. akan ada banyak ranah lain yang menunggu kerja keras kami di sana–

5 thoughts on “Akhirnya, Amanah Itu Kelar Juga…

  1. Wah….selamat Mas Afif, akhirnya lengser juga…

    Semoga perjuangan mas Afif pada kepengurusan kemarin bermanfaat dan dapat dicontoh oleh para penerusnya….

  2. terima kasih mas sidicx, mohon doanya mudah2n amanah kemaren bisa membawa kebaikan buat fasilkom…

    nt selamat berjuang juga di BEM kali ini… btwm jadi apa nih sekarang??

  3. alhamdulillah, kalo apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat bagi komunitas fasilkom…

    btw, dpm sekarang gimana ya?? kagak ada kabar2 resmi nih… maklum, dah di kampus lagi…

    does anybody want to inform me??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s