Risalah Paris (Part IV-Final)

Setiba di Sorbonne, kami langsung mencari “altar suci”, ungkapan yang sering dipakai Andrea Hirata di bukunya. Maka, berjalanlah kami menyusuri trotoar St Michel Boulevard. Sambil melihat peta, kami tengok kanan kiri, barangkali sudah tampak “altar suci”-nya. Setelah kurang lebih 700an meter kami berjalan, di sebelah kiri kami berdiri dengan gagahnya sebuah gereja besar. Dan itulah “altar suci”!! Sebenarnya niat kami mau menjelajah di sekitarnya, tapi apa daya perut nampaknya sudah nggak bisa berkompromi. Karena itu, kami cuma mengambil gambar di sekitarnya. Eh, ternyata ada sosok patung Auguste Comte di sekitar Sorbonne. Kalo nggak salah, beliau ini tokoh dalam sosiologi ya? Udah lupa soalnya, hehe. Mengingat kondisi perut yang sudah mencapai klimaks laparnya, segeralah mencari tempat makan terdekat. Setelah makan, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5an. Sudah sore. Akhirnya, terpaksa kami batalkan rencana singgah di kampus Sorbonne. Kami harus segera ke Notredame!!

Notredame tidak jauh letaknya dari stasiun Clunny de la Sorbonne, stasiun terakhir kami turun. Waktu jalan menuju Notredame, ada patung air mancur. Rame banget di situ. Terpaksa deh, poto-poto di situ, hehe. Sayang, gak tau namanya, hehe. Puas poto2, kami bergegas ke Notredame. Waktu semakin sore dan panas semakin terik. Ampun dah, Paris panas banget kayak Jakarta!! Astaghfirullah, hampir dehidrasi!! Tapi tetep disempetin poto di deket sungai Seine, depan papan petunjuk jalan, sama papan info metro, haha. Alhamdulillah, sampe juga di Notredame! Gereja tua besar dengan parade burung di halaman depannya. Cukup ramai dengan banyak pengunjung. Bahkan, ada orang Jepang yang ngakak-ngakak gak jelas pas saya ngambil gambar, hehe.

Semua target kunjungan sudah dikunjungi dan waktu juga semakin sore. Maka, kami harus segera pulang ke hotel, segera berbenah karena pagi-pagi harus segera check out dari hotel, menuju Charles de Gaulle Airport. Menuju hotel, sempat mampir di toko kecil, buat beli air mineral. Masya Allah, benar-benar semakin menyadari bahwa kita harus banyak bersyukur. Harga air di kita jauh lebih murah dari di sini. Sesampainya di hotel, segera shalat, dan mandi. Keringatnya minta ampun. Karena udah seger, langsung nyalain laptop dan meng-upload beberapa foto yang tadi diambil, hehehe. Mumpung koneksi internetnya ada dan cepet. Sambil upload, sambil beresin koper, sambil nunggu maghrib yang setia datang jam 10 malam. Ternyata, barang bawaan yang dibawa dari Paris cukup banyak. Padahal, udah sedikit belinya. Alokasi utama buat keluarga besar. Alhamdulillah semua urusan beres sekitar jam 11an.

Paginya, kami check out dari hotel jam 11. Langsung jalan kaki menuju stasiun terdekat dengan barang bawaan ala pengungsi, hehe. Alhamdulillah, meskipun ada sedikit insiden di stasiun tapi tidak membuat kami terhambat sampai di bandara. Di boarding room, ternyata ada toko yang jual cokelat. Sambil nunggu check in, akhirnya mampir dulu ke situ, sekalian ngabisin koin euro yang masih ada. Lumayan banyak pilihannya. Lumayan murah juga. Dan akhirnya, waktu yang dinanti datang juga. Meninggalkan Paris!! Alhamdulillah, saya tiba kembali di Indonesia pada hari Jumat jam 11 siang setelah sempat transit di Malaysia.

Terima kasih saya ucapkan dan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah memotivasi dan mendoakan, sehingga dari proses awal sampai kepulangan saya mengikuti acara conference di Paris tersebut dapat berjalan dengan baik. Dan rangkaian tulisan ini adalah oleh-oleh yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat menginspirasi yang membacanya untuk berbuat jauh lebih baik lagi. Au revoir!! Merci!! ^_^

6 thoughts on “Risalah Paris (Part IV-Final)

  1. hwaaa.. emangnya ada insiden apa ka di bandara? XD
    huahaa.. bias tuh kejadian2 kecil di negeri orang 😛

  2. Mana cerita/laporan ttg conference nya Fif?? Kok isinya jalan2 melulu nih.. Gimana nih jagoan… ^_^

  3. @bang ai: heheh, udah diceritain kok bang. dibaca dong risalah bagian sebelumnya 🙂
    @bang havban: gambar bisa dilihat dan diunduh di album foto fesbuk saya 😀
    @millati: hehe, sori kyeh ra ngejak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s