Rehat ke Madinah

Setelah ujian yang memeras tenaga, waktu, dan otak yang kami punya (lho, emang punya otak?? hahaha…), beberapa orang dari temen-temen indonesia yang ada di KAUST sepakat mau jalan-jalan ke Madinah. Kenapa dipilih madinah? Karena Madinah tempatnya eksentrik, pas buat refreshing sekaligus bisa ibadah. Kan ada masjid nabawi di sana. Selain itu, juga ada misi pribadi. Mau ketemu ibu yang sedang ada di Madinah, setelah sebelumnya gak sempat ketemu di Jeddah. Maka, disusunlah rencana keberangkatan. Alhamdulillah kita bisa nyewa mobil kampus, 600 riyal. Murah banget. Soalnya tuh mobil bisa muat 10 orang. Kalo bayar pake taksi ato bis dari kampus ke Madinah, bisa abis 150-an riyal per anak (kata temen yang udah ke sana).

Kami berangkat jam 8 pagi dari kampus. Benar-benar menikmati perjalanan. Becanda. Ketawa ngakak. Mantab dah. Dan kami pun sampe di depan masjid Nabawi, jam 11 siang. Alhamdulillah. Langsung ambil wudhu dan bersiap shalat Dzuhur. Sangat menikmati berada di dalam masjid. Tenang. Anggun. Agung. Luar biasa! Setelah shalat, kami makan siang dengan menu ala Indonesia di Warung Bakso Solo. Miaantaaabb!!! 🙂 Makanan mewah di kampus, kagak ada apa-apanya. Kalah telak gan! :). Langsung ke masjid lagi karena hampir masuk Ashar.

Alhamdulillah, setelah shalat Ashar, saya bisa berdoa di Raudhah, tempat antara kamar Nabi SAW dengan mimbar. Tempat ini adalah salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa, menurut literatur Islam. Dan seusai berdoa, saya mengunjungi penginapan ibu. Tak jauh, sekitar 500 meter dari gerbang depan masjid. Tapi, perjuangannya mantap karena waktu itu hujan turun cukup deras disertai angin kencang. Sempat berbasah-basahan sebelum akhirnya beli payung dan menikmati teh hangat gratis di sebuah toko orang Pakistan. Alhamdulillah 🙂

Dan, akhirnya rehat kita di Madinah, berakhir pada pukul 23.00 waktu setempat. Diiringi angin dingin, kami berjalan menuju mobil dan berharap dapat mengunjungi masjid Nabawi di lain waktu. Di perjalanan pulang, dari dalam mobil, kami menikmati hamburan bintang yang berpijar begitu indahnya di gelapnya jalanan yang kami lalui. Sungguh, benar-benar mengagumkan. Subhanallah…

mengutip kata teman: Madinah benar-benar indah.. Megah dan berkah tak kalah dengan Makkah.. Teratur tak kalah dengan Singapore..

Advertisements

4 thoughts on “Rehat ke Madinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s