Ekspedisi Saudi (bagian I)

Alhamdulillah wa syukurillah. Allah telah memberikan kesempatan kepada saya di awal Januari 2010 kemarin untuk bisa menunaikan salah satu niat saya di liburan semester ini. Yaitu mengunjungi rekan saya yang kuliah di KSU. Sebenarnya pada libur semester ini, banyak teman dari Indonesia yang pulang. Namun, saya memilih tidak pulang. Selain karena alasan itu, saya juga punya janji lembur bareng teman. Di tengah-tengah lemburan itu, tercetus niatan untuk memanfaatkan jeda sepekan akhir liburan untuk ke Turki. Awalnya, saya sepakat. Tapi, kemudian saya berubah pendapat karena waktu yang persiapan yang dirasa mepet dan kalau dipaksakan, malah tidak bisa maksimal.

Untuk Para Ksatria

Aku tak tahu berapa lama tepatnya kita resmi berpisah sebagai keluarga di komunitas itu. Sudah hampir 2 tahun, tampaknya. Terkadang rindu menyelami masa-masa itu lagi. Tapi ah, bukankah kita dididik bukan untuk lama mengenang atas yang sudah terjadi? Karena gemblengan itu nyata-nyata mengharapkan kita jadi pribadi tangguh pada masa yang akan datang. Masa di mana kita diuji benar-benar tentang lantangnya teriakan kita atas ketidakadilan, tentang cita-cita yang tertanam kuat-kuat, bahwa Indonesia masa depan haruslah jauh lebih baik dari saat ini.

Continue reading

Dari Perenungan Panjang

Sepekan terakhir, saya banyak menghabiskan waktu sendiri. Pemicunya adalah nurani saya seperti kosong. Tidak merasakan punya motivasi apapun. Gimana ya? Ya, kosong aja gitu lah. Saya merasa seperti telah salah memilih jalur. Dunia akademis yang sekarang saya tempuh, digugat keberadaannya oleh segenap jiwa dan pikiran saya. Penggugatan itu sebenarnya telah ada sejak pertengahan Oktober 2009 lalu. Mulai saat itulah perang ide mulai berkecamuk. Di satu sisi, mengharapkan saya meneruskan apa yang sedang saya lakukan. Di sisi lain, meminta saya menyudahinya, lalu melakukan apa yang sebenarnya saya cintai dan telah tersusun dalam grand design hidup itu. Yap, saya telah menyusun semacam peta pengabdian sejak S1 dulu. Dan jalur pengabdian yang saya buat adalah menjadi pengabdi masyarakat di kota kelahiran saya, Tegal, melalui “public sector”.

Continue reading