Kesempatan

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. [AL AN’AM 27-28]

Suatu waktu, pastilah pernah kita punya keinginan kuat untuk bisa berhasil dalam sesuatu hal. Kemudian kita bertekad kuat, ketika dapat melaluinya, kita akan melakukan ini dan itu, lebih rajin lagi ibadahnya, dan sebagainya. Namun, ternyata saat momen tersebut tersedia, kita menjadi lalai dengan janji-janji yang kita niatkan dan ucapkan sendiri.

Di fragmen lainnya, kita seringkali menyesali peristiwa yang dulu gagal kita lewati. Dalam hati, kita bersikap jika diberikan kesempatan untuk melaluinya lagi, akan bisa berbuat lebih baik. Misalnya ketika gagal dalam ujian nasional ataupun SNMPTN, seolah-olah kita mengutuki diri sendiri yang tidak mau dan mampu untuk belajar sebaik-baiknya dahulu. Dan sangat yakin jika diberikan waktu untuk mengulanginya, akan bisa belajar lebih giat lagi. Bahkan, tak akan membuang waktu untuk bermain-main, nongkrong di mall, ngobrol tak berguna, ataupun kegiatan tak berguna lainnya.

Demikianlah manusia. Selalu meminta kesempatan untuk berbuat baik menghampirinya. Namun, sangat sedikit dari mereka yang bisa memanfaatkan momentum kebaikan itu. Demikianlah manusia. Selalu menyesali dan berjanji bisa berbuat lebih baik. Meskipun, watak dan perilakunya pun tak akan berubah saat diberikan kesempatan itu lagi.

Seperti ilustrasi di atas. Saat orang-orang yang hendak dimasukkan ke neraka meminta ada kesempatan kedua untuk mereka kembali ke dunia. Mereka berjanji akan menjadi orang shaleh. Namun, Allah Mengetahui bahwa mereka tetap akan dalam keingkarannya ketika dikembalikan ke dunia. Karena orang-orang ini memang pendusta yang nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s