Pohon Asem dan Belimbing di Rumah Saya

Sejak saya pindah ke rumah baru tiga tahun lalu, ada satu hal yang membuat saya senang. Sekarang di rumah saya ada halaman. Dan karena ibu senang dengan bunga dan tanaman maka di rumah jadi lebih semarak. Dari sekian tanaman yang ada di rumah, ada satu yang menarik perhatian saya. Pohon itu belimbing dan asem.

Dua pohon itu tak seperti tanaman lain yang didominasi oleh bunga. Namun, tanaman itu memberikan efek yang luar biasa, khususnya buat saya. Buah asem itu memang murah harganya. Pernah saya tanya ke ibu tentang harga sekilo asem, harganya tak lebih dari 2000. Paling mahal 8000.

Namun, pohon asem dan belimbing ini ternyata jarang ditemui di lingkungan tinggal saya. Efek yang ditimbulkannya adalah banyak orang yang datang ke rumah khususnya ketika pohon itu berbuah. Mereka meminta buahnya. Biasanya untuk membuat sayur asem. Yang lainnya meminta buah belimbingnya untuk meringankan penyakit darah tingginya.

Tentu saja kami tak menarik biaya tiap kali ada orang yang mengambil. Ternyata kebaikan sederhana ini, ketika bisa menolong orang lain, membuat raut muka keluarga kami begitu gembiranya. Ini menyadarkan kami, bahwa berbuat baik itu, tak harus dengan modal besar, menunggu kaya, punya mobil, rumah, sawah, dan sebagainya. Cukup ketika kita punya sesuatu, yang dengannya kita bisa meringankan orang lain, itu sungguh obat mujarab untuk mengembalikan keceriaan kita.

Menolong itu dimensinya bukan hanya bagi si tertolong dan si penolong, tetapi orang yang melihatnya pun pastinya ikut tertular kegembiraan yang sama. Maka ketika ada rombongan kapal laut yang hendak menolong dengan bawaan pakaian, obat-obatan dan segala macam bahan bangunan, kemudian mereka dicegat tentara bersenjata dan diserang bahkan sampai dibunuh, otak saya sungguh tak mampu mencernanya. Bisa jadi, naluri kemanusiaan mereka sudah tak dipunya lagi. Karena, bahkan ketika melihat ada orang yang layak ditolong, mereka tak gembira, malah mendengki.

4 thoughts on “Pohon Asem dan Belimbing di Rumah Saya

  1. Di Tegal yang menarik hampir setiap rumah, apalagi di perumahan hampir pasti menanam pohon mangga. Tak saya jumpai di kota-kota lain satu kota merayakan mangga dengan semaraknya di muka rumahnya.

  2. alhamdulillah mas, semoga kebiasaan menanam pohon dan kebaikan, bisa terus terwarisi, terpelihara, di setiap rumah, di setiap keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s