Fenomena Qul

Semoga ini hanya terjadi pada diri saya.

Peristiwa ini terjadi beberapa kali, mungkin lebih tepatnya berulangkali, ketika saya menjadi makmum sholat berjamaah di masjid. Imam sholat tersebut setelah membaca Al Fatihah, hampir selalu membaca tiga surat berawalan “qul”. An-Naas, Al-Falaq, dan Al Ikhlash.

Continue reading

Ibadah Momentum

Kata orang, malam tadi adalah malam nisfu sya’ban. Malam yang katanya, buku amal ditulis ulang lagi, yang doa-doanya mustajab, dan keutamaan lainnya. Saya tak hendak mendebatkan apakah nisfu sya’ban itu bid’ah atau bukan. Toh, saya bukan ulama yang punya wewenang dan ilmu untuk memberikan fatwa. Jangankan saya, ulama-ulama yang sudah kondang keilmuannya, saat memutuskan bunga bank dan infotainment haram pun omongannya dianggap kentut. Segera harus dijauhi yang begitu-begitu.

Continue reading

Ke Sekolah, Anakku

saya dapat tulisan ini dari note teman. tulisan karya Prie GS. monggoh dibaca, kalo ada waktu ^_^.

Tahun ajaran baru, anakku, pilihlah sekolah sesukamu. Tak perlu ke sekolah favorit jika untuk itu engkau harus menempuh cara yang tidak sehat, apalagi jika harus main suap. Tak perlu memakai jaminan surat sakti hasil kogela bapakmu.

Continue reading

Dua Kebaikan

Tadi malam, saya mendapat beberapa sms. “Alhamdulillah mas, saya diterima di kampus….”. “Mas, saya gagal di SNMPTN…”. Saya tak tahu pasti bagaimana rasa dari dua sms tadi. Yang pertama, bisa jadi euforia setelah lama berjuang, dengan isak, lelah, secara fisik maupun mental. Dia yakin bahwa Tuhan begitu baiknya. Meluluskan doa yang khusyuk dia panjatkan. Yang kedua, mungkin sedih, kecewa, karena merasa bahwa usahanya selama ini sia-sia. Dan Tuhan tak adil baginya. Ia hanya bisa termenung melihat teman-temannya gembira.

Continue reading

Remaja, Cinta, dan Cita

Berulang-ulang saya dengar, masa remaja itu masa yang paling menyenangkan. Penuh kenangan. Candaan. Celetukan. Juga kegilaan. Begitulah adanya. Kalau kamu belum sampai masa itu, bersabarlah. Kalau kamu sudah melaluinya, bersyukurlah. Tak semua orang bisa melaluinya. Saya tak punya dalih empiris untuk menguatkan pendapat di kalimat awal tadi. Tapi, percayalah, saya pernah melaluinya.

Continue reading

Harga Perbedaan

Banyak orang mempermasalahkan, betapa tidak enaknya ada perbedaan. Karena berbeda, maka kita bisa saling iri, gengsi, nge-gang, bermusuhan. Bukan hanya tentang sikap, tapi juga kata, pilihan pemilu, klub sepakbola, atau model sepatu dan rambut. Tak hanya antarteman, ekses berbeda ini sangat mungkin menjangkiti keluarga, saudara seayah atau seibu, atasan bawahan, atau siapapun juga.

Continue reading