Ke Sekolah, Anakku

saya dapat tulisan ini dari note teman. tulisan karya Prie GS. monggoh dibaca, kalo ada waktu ^_^.

Tahun ajaran baru, anakku, pilihlah sekolah sesukamu. Tak perlu ke sekolah favorit jika untuk itu engkau harus menempuh cara yang tidak sehat, apalagi jika harus main suap. Tak perlu memakai jaminan surat sakti hasil kogela bapakmu.

Murid macam apa pula kau ini, yang dibesarkan dalam iklim suap. Sekolah apa pula itu mendidikmu dengan biaya suap. Tak peduli apa pun gengsi sekolahmu, entah unggulan entah murahan, sebaiknya cepat engkau singkiri. Bagaimana engkau dapat percaya mereka akan mengajarkan kebaikan jika mereka sendiri tak memiliki kebaikan itu.

Surat sakti itu, anakku, sesungguhnya adalah penghinaan atas kecerdasanmu. Ia akan melemahkan naluri kompetisimu, mengajarimu menjadi generasi kolokan. Generasi yang cuma dapat hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bernaung di bawah pangkat dan duit bapakmu. Hati-hatilah jika engkau memiliki bapak yang berbangkat dan berduit seperti itu. Kasih sayangnya dapat berubah bencana. Dengan mudahnya, ia akan menyihirmu sehingga engkau beranggapan bahwa hidup ini solah-olah gampang.

Anakku, hidup ini tidak seremeh yang engkau duga yang akan selesai hanya oleh duit dan pangkat. Jika orang tuamu mati sementara engkau telah kepalang hidup gampangan, dari sinilah bencana itu mulai. Engkau akan kaget mendapati semua indramu tiba-tiba telah mati rasa. Indra itu akan bekerja cuma kalau disodori dua hal saja, yaitu orang yang senang dan yang gampang. Terhadap lain sodoran, ia tak suka. Padahal hidup ini tak dapat engkau dikte untuk memberi hanya yang engkau suka.

Dari situlah terbukti bahwa ada jenis kasih sayang yang lebih layak disebut tipuan, meski datang dari orang tuamu sendiri. Bukan berarti bapak dan ibumu boleh disebut penipu. Belajarlah mengerti bahwa jebakan alam ini dapat dipasang kepada siapa saja, pada orang-orang dekatmu dan kadang malah orang yang paling engkau cintai, pada anak-anak dan isterimu kelak. Terhadap anak, engkau akan menjumpai kasih sayang yang fantastis, ambisius, dan spektakuler. Jagat ini kalau perlu hendak kau gulung untuk kau hadiahkan cuma kepada anakmu.

Jadi, siapa bilang kerusakan itu cuma dititipkan pada hal-hal yang tampak kotor dan jahat. Ia dapat pula lewat jalan cinta,kasih sayang, dan hal-hal yang tampak mulia. Bersekolahlah ke sekolah yang engkau mau, pintarlah sepintar engkau mampu. Jadilah anak pintar yang jujur. Kepintaran dan kejujuran adalah dua yang saling berbeda. Pintar tanpa kejujuran adalah gila. Ya, gila karena orang pintar semacam itu tega menjadi penipu, tega membuat kerusakan bagi sesama. Ingatlah kau tentang kerusakan negaramu sekarang ini? Sebabnya bukan kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan orang jujur. Lihatlah kekacauan yang mereka timbulkan.

Jika engkau pintar anakku,jangan takut menjadi orang jujur. Siapa bilang kejujuran itu berat dan pahit. Kejujuran itu enak dan menyenangkan, membuat jiwa enteng dan hati riang. Jadi kenapa engkau takut pada sesuatu yang membuatmu gembira?

Sebaiknya, jika engkau menjadi penipu,meski hidupmu tampak sukses sesungguhnya engkau tak lebih dari penderita lepra. Aneh sebetulnya jika ada orang penyakitan tetapi bangga pada hidupnya.

Berangkatlah ke sekolah, anakku, ke sekolah yang tak cuma dapat membuatmu pintar, tetapi juga dapat meninggikan kelakuanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s