Pendekar Keadilan

Saat negara kita sedang miris tentang kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan, sepertinya tak ada lagi orang-orang baik di negeri ini. Tapi, sejarah membuktikan. negeri ini pernah melahirkan beberapa sosok tersebut. Matanajwa di Metro TV tadi malam mengupasnya. kalo tidak sempat menonton, silakan klik dari link berikut:

Selamat menyaksikan!! Saya sajikan beberapa kutipan dari acara tersebut di bawah ini:

tolong cek kepada agen tunggal, masih buka atau tidak. kalau masih buka, saya tidak mau lihat dua motor ini ada di rumah. kalau sudah tutup, besok jam 6 pagi saya mau lihat motor ini sudah kembali dan sampaikan terima kasih kepada mereka, bilang keluarga hoegeng tidak memerlukan sepeda motor itu [aditya santoso, putra hoegeng, saat bapaknya dikasih motor lambretta]

hanya ada tiga polisi jujur di indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan jenderal hoegeng iman santoso [gus dur]

saya beli mobilnya, tapi saya cicil tiga tahun [baharuddin lopa saat membeli mobil dari teman baikna, jusuf kalla]

laksmi, kenapa ayam saya ada dua, sedangkan pak abun nggak ada? nggak boleh begitu. kamu harus adil [marah pak lopa kepada sekretarisnya]

kalau ayamnya cuma satu, dia ukur betul itu. dia potong di tengah-tengah [abun sanda, teman karib baharudin lopa]

jika saudara hendak menang perkara, jangan pilih saya sebagai pengacara anda karena kita pasti kalah. tapi, jika saudara merasa cukup dan puas menemukan kebenaran, maka saya mau menjadi pembela saudara [yap thiam hien]

hei kamu jendral, keluar! orang sudah antri begini panjang, berapa lama kita sudah berdiri! [yap thiam hien, saat seorang jendral beserta pengawalnya menyerobot antrian di imigrasi bandara]

2 thoughts on “Pendekar Keadilan

  1. Pak Yap Thiam Hien itu orang hebat. Beliau bahkan berani masuk penjara atas tuduhan Pencemaran Nama Baik karena mengungkap fakta intimidasi dan permintaan suap yang dilakukan oleh jaksa di ruang pengadilan.

    Nama beliau jadi penghargaan untuk orang-orang yang memperjuangkan hak.

    Baharuddin Lopa, sayang sekali wafat sebelum menjalankan tugas sebagai Jaksa Agung. Ada dugaan ia diracun tetapi keluarga menolak visum dan meminta masyarakat Indonesia untuk merelakan beliau.

    Aku tidak terlalu akrab dengan Pak Hoegeng tetapi kalau Gus Dur sampai menyindir begitu, berarti Pak Hoegeng memang hebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s