Yang Tersisa

Lagi. Saya tuliskan ulang tentang tweet saya di @akhdaafif. Semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum… Ketemu lagi sama #ngaji 🙂 Yuk dibuka dengan bismillahirrohmanirrohiim… Kemaren ahad, baru dateng ke kondangan teman yang nikah di kediri, sekalian ada tugas kantor. Ada hal kecil yang menarik buat dibahas. Nggak cuma di kondangan sebenernya. tapi karena ngeliat di situ, jadi kepikiran buat bahas di #ngaji malem ini 🙂

Jadi tema #ngaji malam ini adalah kebiasaan menyisakan makanan 🙂 Simpel ya? Tapi dari hal yang simpel, kita bisa belajar banyak lho 🙂 Kalo datang ke kondangan, saya pasti sering ngeliat makanan bersisa di piring-piring kotor yang ada. Atau kalo makan siang di warung atau restoran, hal serupa juga saya temui: makanan bersisa di piring. Yang bersisa kadang nasi, kadang lauk, kadang sayur. macam-macam sih bentuknya

Saya nggak tahu alasannya kenapa banyak orang cenderung menyisakan makanan gitu. Mungkin malu atau gengsi karena dianggap serakah sampai bersih isi piringnya kali ya? Atau karena hal lain? Saya juga tak tahu pastinya sih.

Sepanjang yang saya tahu, menyisakan makanan seperti itu bukan kebiasaan baik. Waktu kecil ketika makan, saya sering dimarahi dan ditegur orang tua kalo ada makanan bersisa di piring. Kata orang tua, mubazir itu. Nggak boleh. Kasihan pak taninya. Ntar nangis lho kalo nasinya nggak dihabisin.

Betul sih. Kita egois kalo menyisakan makanan begitu. Padahal, ada jutaan orang kelaparan di luar sana. Eh, kita enak betul buang-buang makanan. Selain itu, saya pernah ditegur juga kalau menyisakan makanan gitu. Katanya, kita tidak tahu di mana keberkahan makanannya. Bisa jadi keberkahan makanan yang kita makan, ada di sisa-sisa nasi atau lauk yang kita sisakan.

Ya ayo dikurangi kebiasaan menyisakan makanan ini. Dimulai dengan menentukan porsinya. Kalo dirasa sudah kenyang, ya jangan ambil banyak-banyak. Nah kalo di kondangan nih yang biasanya bias antara kebutuhan dan keserakahan 🙂 Mentang-mentang banyak pilihan makanannya, diambil dah tuh semua makanannya. Ngambilnya banyak. eh, nggak habis ternyata 🙂 Selain itu, gak usah gengsi kalo dikatain rakus karena piringnya bersih. Mau ngikutin sunnah rosul apa omongan temen? 🙂

Dari hal-hal kecil ini, kita belajar. Berusaha sungguh2 memperbaiki diri. Biar jadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena nggak mungkin kita mampu beramal besar kalo untuk beramal kecil pun masih sulit dan berantakan. Semoga bermanfaat #ngaji malam ini. Bisa jadi amal nyata buat kita. Selamat beristirahat. Semoga Allah meridhoi amal kita. Aamiin..

2 thoughts on “Yang Tersisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s