Menonton Sirkus

Kembali saya tuliskan lagi dari tweet #ngaji saya malam ini ke note dan blog.

Assalamu’alaikum,ketemu #ngaji lagi nih πŸ™‚ kali ini mau berbagi salah satu cerita dari bukunya @salimafillah, Dalam Dekapan Ukhuwah.

Ini kisah Dan Clark, penulis dan pembicara terkenal. Suatu waktu ketika ia kecil, ayahnya mengajaknya menonton sirkus. Saat itu, ia sedang mengantre untuk membeli tiket. Tepat di depannya, ada sebuah keluarga besar yang ikut mengantre. Selain ayah dan ibu, keluarga ini memiliki 8 anak yang semuanya berdiri berderet dan bertingkah laku sopan. Umurnya kurang dari 12 tahun. Pakaiannya sederhana dan bersih. Jelas bukan orang kaya. Anak-anak ini riuh bercerita tentang sirkus itu.


Ketika ayah dan ibu itu mendekati loket, petugas loket bertanya berapa tiket yang akan mereka beli. Dengan bangga si ayah ini menjawab lantang, kami membeli 2 tiket dewasa dan 8 tiket anak-anak. Ketika petugas tiket menyebutkan harganya, kepala si ibu terkulai lemah. Tampak jelas, mereka tak punya cukup uang untuk membelinya. Demikian pula ayah keluarga itu. Ia sangat terpukul.

Ayah Dan Clark melihat semua itu. Lalu dia memasukkan tangan ke saku celananya. Ia mengambil 20 dolar, lalu menjatuhkannya ke tanah. Ayah clark lantas menepuk pundak ayah keluarga besar tadi. Ia berkata sambil mengambil uang itu, permisi pak, uang ini tadi jatuh dari dompet anda. Ayah itu sadar. Matanya berkaca-kaca. Ia berkali-kali bilang terima kasih. Itu sangat berarti bagi keluarganya, katanya.

Hari itu, kata Dan Clark. Dia dan ayahnya tidak jadi menonton sirkus. Uangnya tak cukup lagi. Tapi, itu bukan masalah baginya. Mereka senang telah menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga itu. Ini salah satu kisah orang yang tulus hati. Mereka yang berbahagia ketika mampu memberikan manfaat bagi sesamanya. Mereka yang bersyukur bisa menjadi bagian dari kebahagiaan orang lain. Mereka merasakan nikmatnya berbagi.

Selalu ada gembira berbeda ketika kita sanggup menolong atau meringankan beban orang lain. Tak harus berwujud materi. Membantu mengajari teman yang kesulitan dalam pelajaran atau mata kuliah tertentu. Atau hal lainnya berupa perhatian, pemikiran, waktu, tenaga, bahkan doa. Semuanya punya arti bagi yang kita bantu. Semoga bermanfaat. bisa jadi amal buat kita. selamat beristirahat. Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin..

2 thoughts on “Menonton Sirkus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s