Ketika Kehilangan

Ada sebuah kabel rol di kosan saya. Tak tahu apa sebabnya, tiba-tiba kabel rol itu mati. Padahal, relatif masih baru saya beli. Mati yang mendadak ini membuat saya kalang kabut. Di kabel rol inilah saya biasa menge-charge handphone dan laptop secara bersamaan. Akibatnya, selama beberapa hari, karena tidak sempat membeli kabel rol lagi, saya kerepotan.

Pentingnya sesuatu itu ternyata ketika kita kehilangannya. Ketika ada, ya sudah kita anggap biasa saja keberadaannya. Memang harusnya di situ, pikir kita. Misalnya, pernahkah kita merasa sungguh-sungguh bahwa Ibu dan Bapak adalah sesuatu yang penting? Mungkin tidak.

Kita baru saja merasa beliau berdua begitu luar biasa, justru ketika kita jauh dari mereka. Saat baru pertama kali merantau, misalnya. Atau saat di kampus ketika semua beban kuliah, tugas, dan seabreg aktivitas lainnya begitu menghimpit. Kita kangen pelukan. Kangen segelas teh atau kopi hangat yang disediakan ibu pada malam-malam belajar kita. Rindu kata-kata semangatnya. Bahkan, malah kangen dengan kemarahannya.

Dan seorang kawan, berulang-ulang berpesan kepada saya ketika ibunya baru saja meninggal dunia, “mumpung orang tua masih ada, rajin-rajinlah berbakti. jangan sampai terlambat menyadari, justru ketika ajal telah menjemput beliau berdua“.

2 thoughts on “Ketika Kehilangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s