Ngebolang di Bandung

Kali ini, untuk kesekian kalinya saya melakukan perjalanan ke Bandung. Yang berbeda sekarang, saya berniat backpacker kecil-kecilan. Jakarta-Bandung tentu bukan jarak yang jauh. Tapi, bagi pemula yang jarang jalan-jalan seperti saya, ini penting untuk melatih kenekatan 🙂

Perjalanan ini tidak saya saya tempuh sendiri, tetapi berdua dengan seorang teman, sebut saja namanya Indra. Awalnya kami berencana untuk berangkat Sabtu sore karena saya masih ada tugas kantor hingga Sabtu siang. Tapi, ternyata acaratersebut bisa selesai pada hari Jumat jam 12 malam. Jadi, kami mengubah rencana keberangkatan menjadi Sabtu pagi.


Nah, karena saya baru tidur jam 2 malam, paginya saya terlambat bangun. Akhirnya, baru jam 8 pagi saya keluar kos. Padahal, jika sesuai rencana, saya harus sudah berangkat jam 6 pagi. Teman saya ini menunggu di rumahnya yang berlokasi di Cikarang. Perjalanan ke Cikarang sebetulnya tidak repot. Namun, karena baru pertama kali ke sana dan informasi rutenya tidak efisien, baru jam 1 siang sampai di terminal Cikarang.

Panasnya masya Allah, luar biasa. Kaki saya yang hanya beralaskan sandal terasa terbakar. Mungkin karena daerah ini termasuk kawasan industri, jadi panas matahari bercampur dengan panas dan karbon asap kendaraan dan mesin pabrik. Saya dijemput Indra, dibawanya ke rumah kreditannya. Kami sempat menikmati segelas jus alpukat sebelum tiba di kediamannya.

Di rumah, kami mematangkan lagi rencana. Setelah beres semuanya, baru kami berangkat. Motor dititipkan di kompleks pom bensin. Lalu kami menunggu bus Patrajasa tujuan Bandung. Ternyata bus penuh luar biasa. Kami kebagian tempat duduk di tempat bagasi tas di belakang. Banyak pula yang berdiri. Padahal, perjalanan ke Bandung cukup lama ditempuh, sekitar 2 jam lebih.

Duduk di belakang membuat kami berdua kembung ketika tiba di terminal Leuwipanjang. Kondisi perut serba tidak enak. Alhamdulillah setelah sholat maghrib yang kami jama’ dengan isya, kondisi lumayan membaik. Kami segera bergegas menuju Jalan Untung Surapati, takut kios pakaian yang kami tuju sudah tutup.

Berbekal informasi seadanya, dari google maps hp android dan muka tebal tanya ke orang, kami pun berangkat. Hasilnya, kami kebablasan ke Cicaheum. Hahaha… Sampai di Untung Surapati, masalah belum usai. Penomoran kios yang aneh membuat kami bingung. Kios di ruas kiri jalan nomornya semakin bertambah, sedangkan pada arah yang sama, di ruas kanan, justru semakin berkurang.

Alhamdulillah, akhirnya ketemu. Kami mendapat sambutan yang sangat ramah, mengobrol hingga 2 jam. Karena perut sudah lapar, kami pun berpamitan dan mencari tempat makan. Ayam goreng yang kami hadapi terasa luar biasa nikmatnya. Mungkin karena memang racikan ayamnya enak atau kami sudah lapar betul. Hahahaha…

Setelah makan, kami diberitahu seorang teman, panggil saja dek Anya, bahwa ada penginapan yang cukup murah di sekitar situ. Namanya Kaputren. Oke, kami pun bergegas mencari. Badan sudah capek luar biasa. Ingin segera berbaring dan tidur. Hehehe… Namun, ujian rupanya masih menghadang kami. Ketika sampai di depan hotel, tampak papan bertuliskan “Kamar Penuh”. Ah, mati lah kita…

Tadinya kami berniat tidur di emper toko saja. Tapi, setelah berunding, kami sepakat bertanya ke petugasnya. Alhamdulillah, ternyata masih ada satu kamar kosong. Tarifnya pun relatif terjangkau. Hanya 70.000 per malam. Hotel ini variatif penghuninya. Ada yang memang benar-benar keluarga. Tapi ada juga yang memakai untuk “short time”. Itu kami ketahui ketika akan sholat subuh, ada beberapa pasangan muda yang baru keluar dari kamar. Parah, ckckck…

Ok, pada hari kedua ini, kami berencana silaturahim ke daerah Cibiru, ke rumah dek Anya. Rute ke rumahnya tidak terlalu sulit sebetulnya. Hanya naik sekali angkot. Kemudian kami diminta menunggu untuk dijemput. Wuzzz, datanglah Toyota Rush dan kami berdua dibawa ke rumahnya.

Bapaknya dek Anya ini pejabat kantor Pos Bandung, ternyata. Mantap lah. Rumahnya gede. Ada dua dan berhadap-hadapan. Sangat nyaman, menurut saya. Orang tua dek Anya ini baik betul. Kami datang sudah disiapkan banyak makanan. Sebagai bolang, tentu saja kesempatan ini tidak kami lewatkan begitu saja. Hahaha…

Usai ngobrol ngalor ngidul dan makan minum ini itu, kami pulang dari rumah dek Anya setelah sholat Dzuhur. Kami naik bus trans metro bandung, yang berangkat dari Cibiru turun di Leuwipanjang. Tidak sampai dua hari kami berada di Bandung. Perjalanan yang pendek dan singkat. Tapi, tetap saja banyak pengalaman berharga yang kami peroleh. Ya, paling tidak, kami sedang merintis cita-cita kami untuk berkeliling Indonesia, mungkin juga dunia 🙂

Berjuta terima kasih untuk rekan yang telah membantu. Sampai jumpa di perbolangan berikutnya… 🙂

 

Advertisements

4 thoughts on “Ngebolang di Bandung

  1. salam kenal… ya memang di bandung sangat nyaman dan ramah-ramah sekali orangny.
    Follow n berkunjung ke blog saya juga ya..

  2. salam kenal…

    terima kasih sudah berkunjung. alhamdulillah, saya sudah berkunjung ke blognya. semoga bisa istiqomah ngeblog selalu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s