Yang Diberkahi

“duit yang didapet dari korupsi, keluarnya pasti nggak bener. duitnya cepet habis. siap-siap aja anaknya kena narkoba. keluarganya berantakan”

Saya tersenyum getir mendengar sentilan teman itu. Kalau ditanya ‘apa iya bener begitu?’, saya juga nggak yakin bener. Sekeyakinan saya, apa yang diperoleh dari cara yang nggak bener, hasilnya nggak bakalan diberkahi.

Jadi, teman saya ini ternyata menyentil jauh lebih dalam dari yang saya duga pada awalnya. Bukan hanya tentang saya dan korupsi. Sentilan ini adalah peringatan bagi siapa saja di ranah manapun.

Objek yang diraih bukan hanya uang; ia bisa berwujud kedudukan, jabatan, nilai di sekolah, nilai di kampus, juga penghargaan dan pujian.

Ranahnya tak terbatas di pemerintahan. Sebagai pedagang, dosen, peneliti, pengusaha, atlet, tukang becak, supir beserta bermacam profesi lainnya punya potensi yang sama terjangkiti.

Bahaya ini mengintai di setiap diri kita. Waspada saja tidak cukup. Modal utamanya adalah bersyukur dan qanaah (menerima apa yang kita miliki saat ini). Karena dengan keduanya, kita tahu bahwa yang kita dapat dan yang tidak, ada campur tangan Allah di dalamnya.

Mengapa Menulis?

Saya menulis karena mengasyikkan. Itu yang membuat saya bisa bertahan nge-blog, meskipun jamannya sudah berganti ke facebook, twitter, linkedln, myspace. Saya tidak ingat kapan tepatnya saya mulai merasa dunia menulis ini menyenangkan. Sama seperti ketika Anda hobi berbelanja dan merasa baik-baik saja menghabiskan ratusan ribu untuk sekali waktu. Juga tak beda dengan gamer yang betah berlama-lama di depan laptop bermain online game.

Tidak jelas juga genre menulis saya. Kalau membuka postingan lama di blog ini, senyum-senyum sendiri. Ada yang serius banget, karena postingannya adalah tulisan artikel yang harus saya submit di program beasiswa yang saya ikuti. Ada yang malah aneh banget, bahasanya acakadul nggak karuan 😀 Tapi, setelah dilihat-lihat lagi, tulisan saya pun berproses. Menuju ke arah yang lebih dewasa. Dengan diksi yang lebih kolaboratif dan tema-tema yang lebih beragam. Jadi, saya tak perlu meyesali postingan saya yang lama-lama kan? 😀

Continue reading