Maafkan Kami Ramadhan, Jika Kami Belum Banyak Berbagi

ditulis oleh Sulthan Hadi, dimuat di Tarbawi edisi 257

Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah. Ia juga simbol kedermawanan. Allah swt memperlihatkan kemurahan-Nya di dalam hari-harinya dengan limpahan rahmat-Nya, maghfirah-Nya dan pembebasan-Nya dari api neraka, dan menjadikan yang terbaik dia antara manusia, yang paling pemurah dan paling banyak berbagi. Prestasi itu kemudian disematkan kepada Raulullah saw karena kemurahannya yang berlipat-lipat ketika Ramadhan datang.

Sejatinya, Rasulullah saw memang manusia pemurah. Tak ada dirham atau makanan yang pernah menginap di rumahnya, kecuali beliau sedekahkan. Tapi Ramadhan datang kepada manusia dengan semangat, motivasi, dan pahala berbagi yang begitu besar. Maka sifat murah hati Rasulullah pun kian berlipat, sehingga berhimpunlah dua kemurahan dalam diri beliau; kemurahan Ramadhan dan kemurahan diri beliau sendiri.
Continue reading