Tuhan Tahu, tapi Menunggu

Tuhan tahu, tapi menunggu [Leo Tolstoy]

Salah satu keinginan saya yang belum tercapai ketika SMP adalah naik kereta api. Tempat tinggal saya dekat dengan stasiun, tapi belum pernah sekalipun saya bepergian dengan kereta api. Keluarga kami jarang bepergian. Selain tidak ada kendaraan, orang tua juga jarang mengajak kami berlibur jauh. Hanya beberapa kali keluarga dalam rentang tahun yang lama kami mengunjungi saudara di Jakarta. Itupun menggunakan mobil travel.

Pernah saya malu bergaul dengan teman-teman karena belum pernah naik kereta api. Mungkin terasa aneh, tapi bagi anak seusia itu, hal-hal remeh sangat penting dalam pergaulan. Saya sempat pesimis saya akan pernah naik kereta karena rekam jejak bepergian yang sangat minim.

Tiba-tiba, saat kelas 1 SMA, sekolah mengirimkan saya mengikuti lomba matematika di IPB. Dan kami ke sana dengan kereta api! Kemudian, kesempatan lain datang seperti tidak diduga. Belum setahun kuliah, saya sudah merasakan naik pesawat. Kali ini dalam rangka mewakili kampus mengikuti suatu perlombaaan.

Berikutnya, Allah kasih saya ke luar negeri dan beberapa daerah di nusantara. Dan saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Dari seluruh banyak doa dan harapan kita, Tuhan selalu mendengar. Dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat bagi kita untuk menerimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s