Ke Sekolah

Rabu kemarin, 14 Juni 2017, Afifah terima raport. Jadi, Afifah setahun ini kami sekolahkan di playgroup di daerah Kademangan, Tangerang Selatan. Saya menyengaja izin datang terlambat ke kantor untuk mengambil raport tersebut. Istri juga begitu. Namun, karena kondisi Afifah sedang kurang fit, istri menemani anak di rumah.

Di ruang kelas, hanya saya yang laki-laki. Guru dan orang tua yang menunggu semuanya perempuan. Ada bapak-bapak, yang saya lihat hanya sebatas mengantar di luar pagar sekolah. Saya pribadi antusias dengan setiap kegiatan sekolah Afifah. Yang saya pahami, anak itu tanggung jawab ayahnya. Kedua orang tua memang bekerja sama dalam mendidik dan mengasuh anak. Namun, letak pertanggungjawabannya ada di pundak sang ayah.

Saya sering ngobrol dan diingatkan oleh istri tentang betapa ayah punya peran penting dalam perkembangan anak, khususnya yang masih balita. Anak belajar kemandirian, ketegasan, kemaskulinan dari sosok ayahnya. Karena itulah, mohon maaf, generasi sekarang yang tumbuh tanpa peran aktif ayahnya, jadi generasi yang mudah goyah dan lemah.

Memang sekedar ambil raport. Itupun maksimal dua kali setahun. Saya berprasangka baik, para ayah sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak dapat hadir ke sekolah. Bukan sedang memandang remeh ansich hanya ambil raport, yang diserahkan kepada para ibu. Pada momen-momen inilah, anak akan mencatat bahwa ayahnya bertanggung jawab terhadap pendidikannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s