Membangun Tegal lewat Dunia Virtual

Pesatnya teknologi komunikasi dan informasi telah menciptakan berbagai keajaiban di dunia. Jarak yang jauh terasa semakin dekat. Kemudahan akses pun menjadi semakin mudah. Demikian pula dengan biaya dan tenaga yang dibutuhkan, menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Keajaiban ini bermula dari ditemukannya piranti bernama komputer pada tahun 1940 ketika Dr John Mauchly dan Prosper Eckert menciptakan ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator). ENIAC yang memiliki total berat 30 ton memerlukan ruangan seluas 140 m2 dan 130 KW tenaga listrik untuk mengoperasionalkannya. Kemudian, komputer terus mengalami revolusi eksponensial hingga seperti yang kita lihat saat ini.

Continue reading

Nggo Majune Tegal

Assalamu’alaikum kang/yu…

Dalam rangka luwih nggencarna promosi TCC maring seantero Tegal, Indonesia, karo dunia, nyong nggawe rong slide kyeh. Tujuane nggo mein ngerti penjelasan maring wong Tegal kabeh. Ora terbatas sing wis gabung ning forum. Soale memang tujuane dewek mein pemahaman karo informasi detail ben pada gelem daptar karo melu ndopok ning forum kiye.

Continue reading

Nang Kene Kyeh (nggo Wong Tegal sekitare)

Kyeh nembe pisan kala, nyong nulis nganggo bahasa Tegal. Dudu moni apa-apa. Kyeh pan nyampekna sesuatu sing jare aku penting. Dadi ngene critane. Pirang wulan wingi kweh, ana ide saka sakumpulan bocah sing pengen nggawe komunitas wong Tegal sekitare ning dunia maya. Awale ya cuma ide. Terus dicoba diwujudna. Ana siji loro sing gabung. Alhamdulillah sampe saiki wis lumayan sing melu. Ning data forume, wis ana 317 member sing gabung. Sing aktif ya isih secuil sih. Ora nganti 30-an sing bener-bener aktif ning forum sing arane TCC kiye.

Continue reading

Artikel Juli 08

Pilkada Tegal dan PKS


Sejak Agustus hingga Oktober nanti, kota Tegal sedang punya hajat besar. Sebuah agenda demokrasi pertama bagi masyarakat kota Tegal untuk menentukan sendiri siapa pemimpinnya hingga 2013 nanti. Dalam skala nasional, momentum pilkada ini sangat menarik karena seremoni ini telah menyajikan begitu banyak hal fenomenal dalam perjalanannya. Salah satunya adalah munculnya fenomena PKS sebagai partai medioker yang mampu unggul dalam beberapa pilkada di beberapa daerah. Ketika PKS pun tidak menang dalam proses pilkada tersebut, perolehan suara calon yang diusung tersebut jauh di atas perolehan suara PKS sendiri dalam pemilu 2004 lalu di daerah itu.

Dalam ranah propinsi, tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana calon yang diusung PKS berhasil meraih kursi kepala daerah dengan menggusur calon dari partai besar. Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut) merupakan bukti nyata keberhasilan PKS. Di Jabar berbekal koalisi dengan PAN, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sukses menjadi gubernur Jawa Barat 2008-2013. Perolehan suaranya pun relatif besar yakni 40,5 % suara. Padahal, gabungan suara PKS dan PAN di pemilu 2004 untuk wilayah Jabar tidak lebih dari  30%.

Continue reading

Artikel September 07

Memahami Makna Penyelengaraan MTQ di Kota Tegal

Tiap tahun, kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) rutin diselenggarakan di Kota Tegal. Penyelenggaraan MTQ ini tentunya bagi kita, masyarakat Kota Tegal, diharapkan mampu memberikan secercah harapan bagi penanaman kembali nilai-nilai Quran di lapisan masyarakat.

Penulis sendiri selaku salah seorang warga Kota Tegal sangat mengharapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja. MTQ adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat keislaman yang saat ini sedang mengalami masa krisis, di mana Al Quran hanya sebatas di tenggorokan, belum menyentuh qalbu. Semangat baru inilah yang akan menanamkan kembali nilai-nilai Islam di kalangan umat di kota Tegal.

Continue reading

Artikel Mei 07

Membangun Tegal dengan IT

Tahun ini tepat Kota Tegal merayakan hari jadinya ke-427. Meskipun muncul kontroversi kevalidan fakta tanggal berdirinya, Tegal telah menjelma menjadi kekuatan baru di pantai utara pulau Jawa. Meningkatnya transaksi perdagangan, industri dan jasa mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor ekonomi riil. Maka tidak salah ketika Komite Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPOD) tahun 2005, memasukkan kota Tegal dalam 20 besar kota yang memiliki daya tarik investasi tertinggi di Indonesia. KPPOD melakukan  pemeringkatan daya tarik investasi daerah tersebut berdasarkan lima faktor, yaitu kelembagaan (dengan bobot penilaian 31%), sosial politik (26%),  ekonomi daerah (17%), tenaga kerja dan produktivitas (13%), dan infrastruktur fisik (13%). Dalam bidang pendidikan Tegal juga tidak mau tertinggal. Pembangunan infrastruktur sekolah digencarkan. Kualitas sistem pengawasan dan pelaksanaan pendidikan terus direvisi. Demikian pula dalam sektor pariwisata, kesehatan, dan sektor-sektor lainnya. Selain berimplikasi pada meningkatnya citra Tegal, di sisi lainnya kemajuan ini memiliki dampak penting dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat Tegal sendirinya.

Continue reading