Dari Perenungan Panjang

Sepekan terakhir, saya banyak menghabiskan waktu sendiri. Pemicunya adalah nurani saya seperti kosong. Tidak merasakan punya motivasi apapun. Gimana ya? Ya, kosong aja gitu lah. Saya merasa seperti telah salah memilih jalur. Dunia akademis yang sekarang saya tempuh, digugat keberadaannya oleh segenap jiwa dan pikiran saya. Penggugatan itu sebenarnya telah ada sejak pertengahan Oktober 2009 lalu. Mulai saat itulah perang ide mulai berkecamuk. Di satu sisi, mengharapkan saya meneruskan apa yang sedang saya lakukan. Di sisi lain, meminta saya menyudahinya, lalu melakukan apa yang sebenarnya saya cintai dan telah tersusun dalam grand design hidup itu. Yap, saya telah menyusun semacam peta pengabdian sejak S1 dulu. Dan jalur pengabdian yang saya buat adalah menjadi pengabdi masyarakat di kota kelahiran saya, Tegal, melalui “public sector”.

Continue reading