Cermat Ber-Ramadhan

Kembali saya ingin mengulang lagi kultwit #ngaji yang saya sampaikan di akun twitter saya: @akhdaafif

Assalamu’alaikum… mari kita mulai #ngaji malam ini. Dibuka dengan basmalah ya :). Seperti yang saya sampaikan sore tadi, tema yang kita bahas kali ini tentang ramadhan.

Apa yang paling sering dibicarakan menjelang ramadhan oleh kita, orang indonesia? Boleh sepakat boleh tidak, tapi dari apa yang saya amati ada dua hal: buka bersama & halal bi halal. Dua hal itu tidak pernah saya jumpai dalam riwayat yang shahih, jadi topik rosul dan sahabat jelang ramadhan. Topik yang jadi perhatian generasi sholeh sebelum kita adalah apa yang bisa dilakukan buat ningkatin amal di ramadhan. Misalnya berapa target khatam quran, nambah berapa juz hafalannya, tentang i’tikaf, berlomba dalam shodaqoh. Apa yang jadi topik pembicaraan seseorang, menunjukkan sejauh mana kualitas orang tersebut.


Ngomong-ngomong tentang buka bersama, ada beberapa hal yang menggelitik bagi saya, mungkin tidak bagi anda. Buka bersama punya peluang besar merusak pahala ramadhan kita kalau tidak dipersiapkan dengan cermat.

Pertama, merusak ketepatan waktu kita dalam sholat maghrib. Penyebabnya bisa karena keasyikan mengobrol, sulit mencari tempat sholat buat yang berbuka di mall atau pusat keramaian. Sayang kalau puasanya sudah terkontrol baik, sholat wajibnya malah kelepas.

Kedua, porsi makan yang tidak terkontrol atau berlebihan. Biasanya kualitas makan saat buka bersama berbeda dengan kualitas saat berbuka sendiri, lebih enak. Karena itu, beberapa tidak mampu mengendalikan nafsunya untuk makan apa saja yang tersedia, mumpung mantab. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu mengendalikan diri, bahkan kepada sesuatu yang halal. Jadi, apa arti puasanya kalau tingkahnya begitu?

Dua hal itu yang utama. Ada beberapa hal lain sih, tapi bisa jadi ada perdebatan, misalnya tentang ghibah dan telat sholat isya. Apa karena itu kemudian kita tidak boleh mengadakan buka bersama? Bukan begitu, menurut saya. Perhatikan saja rambu-rambunya. Jangan sampai hal yang lebih fardhu, wajib atau utama disingkirkan oleh hal lainnya.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas kesalahan. Selamat beristirahat. Sampai ketemu di #ngaji berikutnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s