Dukaku untukmu, Gus

Saya memang tidak terdaftar dalam anggota NU. Kalau Anda tidak percaya, monggoh dicek dompet saya. Pasti tidak akan ditemukan kartu anggota NU. Seringkali, saya juga tidak sependapat dengan ide pluralisme yang sering dikumandangkan Gus Dur. Dan juga bisa dibuktikan bahwa saya juga termasuk yang tidak setuju dengan Dekrit ala Gus Dur sebelum diberhentikan lewat Sidang Istimewa MPR. Namun, itu semua tidak lantas membuat saya membenci Gus Dur. Karena dalam naluri alamiah saya, saya memahami bahwa Gus Dur tetaplah sosok manusia. Beliau punya kelebihan, pun ada kekurangan. Seperti halnya saya maupun Anda. Beliau juga punya rekam jejak yang baik, yang bisa diteladani. Dan oleh karena itulah, ketika Allah sudah kangen bertemu dengannya, saya turut dalam barisan kedukaan. Seorang kyai. Tokoh Nahdlatul Ulama. Mantan Presiden. Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosanya.

Penghormatan terbaik adalah dengan doa dan pemaafan (pernyataan KH Hasyim Muzadi tentang Gus Dur)

2 thoughts on “Dukaku untukmu, Gus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s