Pilihan Kebaikan

Saya selalu meyakini bahwa selalu ada risiko dalam setiap pilihan yang diambil. Tak hanya berlaku bagi saya, juga bagi Anda, kita semua. Risiko itu meliputi sisi positif dan negatifnya. Kita tahu itu, tapi acapkali abai dengan “yang tidak enaknya”.

Sama seperti ketika beberapa teman yang saya kenal, memilih untuk tetap tinggal di luar negeri, melanjutkan hidup di sana, setelah selesai masa belajarnya. Saya, mungkin juga orang lain, menyadari betul kondisi negeri kami sendiri. Orang-orang cerdas tak tulus dihargai di sini. Negara tak menjamin keberadaan mereka untuk dapat berkarya maksimal, seperti halnya di negara maju.

Demikian pula dengan kehidupan sosial masyarakatnya. Kemacetan, kemiskinan, kesenjangan sosial, pergaulan yang keliru, korupsi, dan seabreg problem kita sebagai bangsa memang menghimpit rasa kemanusiaan kita. Adalah manusiawi ketika memilih untuk berada di tempat yang lebih baik dan lebih menjamin.

Tak elok untuk menjustifikasi bahwa pilihan tersebut adalah kekeliruan. Nasionalisme harus kita tempatkan dalam ruang yang jauh lebih luas. Supaya tak seperti apa yang diungkapkan Sjahrir, nasionalisme adalah proyeksi kejiwaan dari semangat rendah diri dalam sikap kolonial antara penjajah dan kaum terjajah.

Yakinlah bahwa pilihan itu juga jalan kebaikan. Karena saya yakin betul, di manapun berada, kebaikan tetap selalu bisa diamalkan. Bahkan dalam skala yang lebih luas, kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh banyak orang.

Suatu waktu, dalam perbincangannya dengan Musso yang baru kembali dari Rusia, pentolan PKI 1926 dan 1948, Soekarno pernah berkata, “Saya harap Pak Musso, setelah kembali ke tanah air bisa menciptakan rust en orde (hukum dan ketertiban)”. Musso menjawab dalam bahasa Belanda, “Ik kom hier om orde te scheppen (Saya memang datang ke sini untuk menciptakan ketertiban)”.

untuk nina, dan putra-putri terbaik pertiwi lainnya yang sedang hidup di negeri seberang

3 thoughts on “Pilihan Kebaikan

  1. opo kabare, Pak Ustadz?
    udah rajin nulis lagi nih, nemu banyak pelajaran di sini.
    Jazakallah atas tausiyah2nya. keep posting

    ~yang sebentar lagi kembali akan berada di persimpangan untuk pilihan kebaikan

  2. alhamdulillah baik. menulis itu kenikmatan bung hendra. hehe…

    selamat memilih. sebaik-baik pilihan, bagi saya, adalah ketika pilihan yang diambil itu membuka berbagai jalan kebaikan bagi banyak orang šŸ™‚

  3. sing penting mulih sek dra. ngerayain kelulusan ente bareng kita2 di kampung lo šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s